Home Wawasan Hazard ARSEN : Unsur Karsinogen Penghuni Panasbumi Dieng

ARSEN : Unsur Karsinogen Penghuni Panasbumi Dieng

23
0
SHARE
Kenampakan Kawah Sileri (sumber : dokumentasi penulis)
Kenampakan Kawah Sileri (sumber : dokumentasi penulis)

Energi panasbumi tidak sepenuhnya bersifat ramah lingkungan. Fluida panasbumi membawa unsur-unsur logam berat ke permukaan, salah satunya unsur Arsen. Unsur Arsen berdampak buruk bagi kesehatan, yaitu sebagai pemicu berbagai jenis kanker. Unsur Arsen masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi air minum dan makanan. World Health Organization (WHO) menetapkan batas maksimum konsentrasi unsur Arsen pada air yaitu sebesar 0,01 mg/l. [1]

Secara alamiah, Arsen(As) muncul bersama dengan kontaminan lingkungan lainnya seperti Merkuri (Hg), Antimon (Sb), Selenium (Se), Talium (TI), Boron (B) , Lithium (Li), Fluoride (F) dan Hidrogen sulfida (H2S).  Kehadiran Arsen juga disebabkan oleh aktivitas manusia yaitu penggunaan pestisida pada area pertanian dan pembuangan limbah pada area pertambangan. [2]

Welch, dkk. (1988) meneliti unsur Arsen terkandung dalam air manifestasi pada beberapa lapangan panasbumi, diantaranya Honey Lake Basin dan Imperial Valley di California. Kandungan unsur Arsen pada Honey Lake Basin > 2,50 mg/l dan  Imperial Valley > 15 mg/l. Keduanya melebihi ambang batas maksimum.

Setidaknya terdapat tiga skenario kemunculan Arsen di permukaan. Pertama, Arsen muncul dibawa oleh fluida magmatik yang berhasil mencapai permukaan melalui sesar sehingga tidak terjadi interaksi yang intensif dengan batuan samping. Kedua, Arsen dibawa oleh fluida hidrotermal yang berinteraksi dengan batuan yang telah mengalami pengkayaan unsur Arsen. Ketiga, Arsen dibawa oleh senyawa kimia pestisida yang digunakan oleh manusia dalam aktivitas pertanian.  Webster, dkk. (2003) meneliti bahwa Arsen pada larutan dapat berpindah ke air tanah dan air permukaan kemudian teradsorpsi pada sedimen di sekitarnya.[1] Tidak hanya pada sedimen, Mohapatra, dkk.(2007) juga melakukan pengujian terhadap mineral lempung dan menunjukkan bahwa mineral lempung dapat mengadsorpsi Arsen. [3] Arsen pada sedimen dan tanah kemudian teradsorpsi oleh akar-akar tumbuhan dan terkonsumsi oleh Manusia.

Pada kawasan lapangan panasbumi Dieng, unsur Arsen yang terkandung dalam air manifestasi memiliki nilai konsentrasi yang tinggi. Konsentrasi Arsen tertinggi berada pada kolam lumpur Sileri yang mencapai 2,72 mg/l dan 0,69 mg/l. Tonianto (2015) melakukan pendekatan dengan skenario pertama, bahwa kehadiran Arsen berkaitan dengan sesar berarah tenggara- barat laut yang memberi jalan munculnya manifestasi panasbumi di Kawah Candradimuka yang memanjang hingga Kawah Sileri. [4]

Peta Konsentrasi Arsen pada Kompleks Vulkanik Dieng yang menunjukkan anomali konsentrasi Arsen pada Kawah Sileri dikontrol oleh keterdapat sesar tenggara - barat laut (Tonianto, 2015)
Peta Konsentrasi Arsen pada Kompleks Vulkanik Dieng yang menunjukkan anomali konsentrasi Arsen pada Kawah Sileri dikontrol oleh keterdapatan sesar tenggara – barat laut (Tonianto, 2015)

 

Referensi :

[1] Webster, J.G. dan Nordstrom, D.K, 2003, Geothermal Arsenic: The source, transport and fate of arsenic in geothermal systems, Amerika Serikat : Kluwer Academic Publishers

[2] Smedley, P.L dan Kinniburgh, D.G., 2001, Source and behavior of arsenic in natural water, United Kingdom: British Geological Survey

[3] Mohapatra, D., Mishra, D., Chaudhury, G.R., dan Das, R.P., 2007, Arsenic adsorption mechanism on clay minerals and  its dependence on temperature, Korean Journal Chemical Engineering, Vol.24(3), halaman 426-430

[4] Tonianto, 2015, Kimia Air Manifestasi Panasbumi dan Airtanah pada Kawasan Dataran Tinggi Dieng, Provinsi Jawa Tengah, tidak dipublikasikan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here