SHARE
Gunung Barujari pasca erupsi tahun 2015. Foto oleh Ujang Kurdiawan

 

Ketika ditanya tentang apa objek penelitian saya, maka saya akan menjawab, “Saya meneliti tentang Gunung Barujari, Anak Rinjani, Lombok”. Jawaban singkat ini untuk membuat lawan bicara saya paham dimana objek penelitian saya berada. Beberapa media juga kerap memberitakan Barujari sebagai anak dari Gunung Rinjani. Namun, jawaban singkat saya ini adalah salah. Gunung Barujari kurang tepat jika disebut sebagai anak Rinjani. Apa?? Jadi anak siapa dia sebenarnya?

Komplek Gunungapi Rinjani

Pulau Lombok memiliki sistem gunungapi yang terkenal dengan nama Komplek Gunungapi Rinjani (Rinjani Volcanic Complex). Sebagaimana umumnya sebuah komplek yang memiliki banyak anggota keluarga, Komplek Gunungapi Rinjani juga memiliki berbagai komponen. Salah satu komponen yang paling menonjol adalah Kaldera Rinjani yang berukuran 6,5 x 8 km. Di dalam kaldera besar ini terdapat Gunung Barujari dan juga Danau Segara Anak. Di sisi timur Kaldera Rinjani terdapat puncak tertinggi di Lombok dan kedua di Indonesia, yaitu puncak Gunung Rinjani. Sehingga, kita tahu ada dua gunung di dalam komplek gunungapi Rinjani ini, satu Gunung Barujari dan satu lagi Gunung Rinjani. Namun, bentukan morfologi ini sama sekali berbeda sebelum Kaldera Rinjani terbentuk. 

“Gunung Rinjani Longsor, dan Gunung Samalas runtuh . . “

Periode Sebelum Kaldera Rinjani

Kaldera Rinjani terbentuk akibat letusan besar yang terjadi pada tahun 1257. Gunung yang meletus hebat ini dinamakan Gunung Samalas. Letusan Samalas 1257 ini melontarkan lebih dari 40 km3 material vulkanik. Letusan ini digolongkan sebagai letusan ultraplinian dan termasuk peristiwa paling destruktif dalam 2000 tahun terakhir. Letusan ini juga yang memperburuk krisis di Eropa dan sebagian belahan bumi utara pada abad ke-13. 

Letusan Samalas 1257 menjadi jawaban atas misteri letusan gunungapi besar pada abad ke-13 yang tidak diketahui sumbernya. Diketahuinya letusan pada 1257 didapat dari berbagai pendekatan termasuk diantaranya adalah catatan sejarah berupa Babad Lombok. Nama Samalas pun diperoleh dari Babad Lombok ini. 

Menariknya, kata-kata di Babad Lombok merinci dengan cukup detail tentang apa yang terjadi saat letusan Samalas ini terjadi. Dalam Babad Lombok tertulis (terjemahan), “Gunung Rinjani Longsor, dan Gunung Samalas runtuh, banjir gemuruh, jatuh di desa Pamatan, lalu hanyut rumah lumpur rubuh, terapung-apung di lautan, penduduknya banyak yang mati.”

Hal menarik lainnya adalah ada dua gunung yang disebut dalam teks tersebut, Gunung Rinjani dan Gunung Samalas. Hal ini menunjukkan bahwa pada saat itu, penduduk terbiasa melihat ada dua gunung. Kata-kata “Gunung Rinjani longsor” dan “Gunung Samalas runtuh” juga menarik karena menggambarkan apa yang paling mungkin terjadi pada peritiwa letusan dahsyat tersebut. Letusan Samalas 1257 menyebabkan Gunung Samalas runtuh dan menyebabkan terbentuknya kaldera Rinjani. Sementara itu Gunung Rinjani yang ada di sisi timurnya mengalami longsor di bagian lereng baratnya.

Jadi Barujari itu anak siapa?

Letusan Samalas 1257 menyebabkan terbentuknya Kaldera besar Rinjani. Kemudian, di dalam kaldera hasil letusan besar Samalas ini tumbuh gunungapi baru yang kita kenal sebagai Gunung Barujari. Oleh karena itu, lebih tepat bila disebut Gunung Barujari adalah anak dari Gunung Samalas bukan Anak Rinjani. 

—-

Referensi

Lavigne, Franck, et al. “Source of the great AD 1257 mystery eruption unveiled, Samalas volcano, Rinjani Volcanic Complex, Indonesia.” Proceedings of the National Academy of Sciences (2013): 201307520. (link)

Lalu Wacana. “Babad Lombok”. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah (1979). (link)

SHARE
Previous articleSalah kaprah Lahar dan Lava
Salah satu pendiri Belajar Geologi. Studi masternya diselesaikan di Hokkaido University dengan tema magma plumbing system Gunung Barujari di Komplek Gunungapi Rinjani. Sekarang sering jalan-jalan dan foto-foto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here