SHARE

195025

Tahukah kalian, Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi bencana dan kerusakan lingkungan yang tinggi? Disamping itu, Indonesia merupakan negara dengan total populasi usia produktif yang tinggi dan jumlah mahasiswa yang termasuk tinggi juga.

Bagaimana kah mengkorelasikan dua hal tersebut? Dapatkah mahasiswa menjadi agen perubahan untuk menanggulangi hal tersebut?

Salah satu upayanya lahirlah organisasi yang bernama Eco-G atau Ecosystem Guard

Latar belakang pembentukan Eco-G ini terbagi menjadi 2 yaitu objek dan subjek.

Subjek disini adalah akademisi (mahasiswa dosen dan peneliti) yang menggerakkan dan Objeknya adalah Masyarakat, Pemerintah, dan Industri.

Objek :
Melihat dari fenomena yang ada, terdapat “gap” antara akademisi, masyarakat, pemerintah, bahkan industri2 terutama pada ranah lingkungan dan kebencanaan. Akademisi sangat paham bahwa telah terjadi degradasi lingkungan akibat ketidakseimbangan pola adaptasi manusia dengan lingkungan hidupnya dan fenomena alam yang berdampak kepada manusia dan propertinya sehingga terjadi bencana, namun sosialisasi untuk mendapatkan akses keilmuan tersebut untuk khalayak luas masih sangat terbatas, kadang pengetahuan tersebut hanya bersarang di rak-rak buku atau jurnal-jurnal yang notabennya hanya dimengerti oleh akademisi. Benang merah dari permasalahan tersebut, masyarakat luas, pemerintahan, dan industri perlu sadar (aware) akan pengetahuan tersebut, karena faktanya manusia merupakan agen yang paling mempengaruhi perubahan lingkungan hidup dan salah satu bagian dari ekosistem di bumi. Dengan membangkitkan aware (kesadaran) lebih masif dan lebih dalam lagi akan timbul kebijakan-kebijakan, pola hidup, ide2 kreatif, industri-industri hijau, inisiasi pergerakan baru di masyarakat dan pemerintah dalam upaya menciptakan adaptasi dan keseimbangan yang baik antara manusia dengan bumi sebagai tempat hidup.

Subject :
Perguruan tinggi dan lembaga riset (mahasiswa, dosen, peneliti) merupakan komponen intelektual yang memiliki tanggungjawab terhadap keilmuannya, namun realitanya, terutama di Indonesia masih sedikit partisipasi akademik khususnya dalam kajian mengenai lingkungan dan kebencanaan yang memberikan pengaruh langsung dalam implementasinya, serta keberlanjutan hasil penelitian tersebut dalam penerapannya di masyarakat luas. Disamping itu, mahasiswa masih sangat kekurangan media untuk aktualisasi keilmuannya yg telah di dapatkan di bangku kuliah kepada realita yang sebenarnya di masyarakat.

Ingin tahu lebih dalam apa itu Eco-G dan bagaimana pergerakannya?
Buat kamu yang belum tau, bisa dicek disini :
http://line.me/ti/p/%40ixe9374u

Tertarik untuk berkontribusi dan menjadi bagian dari Agen Perubahan?
AYO DAFTAR SEKARANG JUGA!
Isi form pendaftaran klik di http://goo.gl/forms/n8euRyAvlY

Persyaratan :
– Mahasiswa Aktif 2012-2015
– Perguruan Tinggi Regional Jatinangor dan Bandung
– Berkomitment menjalankan Project minimal 1 tahun

NB : Terbuka untuk semua jurusan

Persyaratan informasi tiap bidang akan diinformasikan lebih lanjut.

The most wanted person in this year!
Be the part of EcoRangers.

#EcosystemGuard
#EcoG
#EcoRanger
#RecruitmentEcoG

 

SHARE
Previous articleIlmuwan Memulai Ekspedisi ke Tamu : Gunungapi Tunggal Terbesar di Dunia
Next articleMengenal FGMI
Kami menyajikan berita-berita, informasi-informasi, penemuan-penemuan, cerita-cerita, foto-foto, gambar-gambar, dan banyak hal lain tentang dunia geologi dan sekitarnya. e-mail : info.belajargeologi@gmail.com Twitter : @BelajarGeologi FB : Belajar Geologi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here