Home Kolumnis Geologi Aliran Konservatif vs Eksploitatif

Geologi Aliran Konservatif vs Eksploitatif

50
0
SHARE

Kars Citatah

Banyak orang beranggapan bahwa geologi selalu erat kaitannya dengan tambang, minyak, dan gas saja yang berupa eksploitasi (mengeruk kekayaan) dan cenderung merusak alam atau minimal meninggalkan jejak hasil dari eksploitasi tersebut.

Pada faktanya geologi tidak hanya berkaitan dengan itu saja, ternyata geologi cakupannya lebih luas meliputi semua aspek yang berhubungan dengan bumi, sejarah dan kehidupan yang ada, susunan kerak, dan gaya yang bekerja.

Yang menarik dalam geologi salah satunya berkaitan dengan pengelolaan sumberdaya alam. Dalam pengelolaan sumberdaya alam, biasanya timbul dua aliran yang saling berseberangan yaitu aliran konservatif (perlindungan) dan aliran eksploitatif (mengeruk kekayaan). Kedua aliran tersebut memiliki kontribusi besar bagi kesejahteraan kehidupan manusia.

Seorang Geologi beraliran konservatif menekankan perlindungan suatu tempat yang bernilai geologi dari eksploitasi seperti penambangan atau sejeninya, hal  seperti itu menurutnya karena pemanfaatan dari produk konservasi akan jauh lebih berkelanjutan dan menjaga kelestarian alam daripada eksploitasi. Sedangkan nilai keekonomian yang dihasilkan diperoleh dari sektor pariwisata.

Menurut Geologi beraliran eksploitatif, baginya semua yang bernilai geologi dan memiliki nilai keekonomian tinggi akan dimanfaatkan, dikeruk sebesar-besarnya untuk kebutuhan dan kesejahteraan manusia.

Perbedaan antara dua aliran ini bertemu pada satu titik yaitu untuk kesejahteraan manusia tentunya dengan cara masing-masing. Titik ekstrim perbedaan antara aliran konservatif dan eksploitatif menimbulkan gesekan dan pertentangan, padahal keduanya memiliki niat mulia yaitu menyejahterakan kehidupan manusia.

Mari kita ambil contoh permasalahan kars di Rembang, sebagian mendukung eksploitasi untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, sebagian lagi mendukung agar tetap dilindungi, tidak dieksploitasi. Permasalahan ini pun sudah sampai ke meja hijau. Dilematis memang, kita butuh bahan baku industri, kita juga ingin kelestarian alam.

Lantas apa yang akan kita pilih? Menjadi seorang konservator atau eksploitator?

Ketika kita dihadapkan dengan dua aliran yang ekstrim alangkah lebih bijaknya kita mengambil sikap pertengahan atau moderat, di satu sisi kita membutuhkan eksploitasi di sisi lain kita juga membutuhkan konservasi.

Untuk menengahi permasalahan tersebut sebaiknya kita melakukan zonasi dalam setiap tempat yang akan kita konservasi maupun eksploitasi. Kita membuat rancangan, batasan, dan perhitungan dalam menetukan zona mana yang harus dikonservasi dan zona mana yang boleh diekploitasi sehingga kebutuhan kita dari sumberdaya yang dieksploitasi tercukupi dan kelestarian sumberdaya yang ada juga masih bisa terjaga. Kita juga tidak lupa untuk mempertimbangkan nilai keekonomian dari kedua hal tadi. Apakah dengan konservasi melalui pariwisata kesejahteraan masyarakat meningkat? Atau justru melalui eksploitasi berupa penambangan dan sejenisnya kehidupan masyarakat semakin sejahtera?

Yang jelas kita harus tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dari eksploitasi sumberdaya alam dan kelestarian alam itu sendiri. (K’Ren)

 

Sumber foto : http://geologi.iagi.or.id

*Disarikan dari salah satu diskusi Sarasehan Geologi Populer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here