Home Kolumnis Geologi dan Revolusi Industri

Geologi dan Revolusi Industri

212
0
SHARE
Coalbrookdale by Night yang digambar oleh Philip James de Loutherbourg. Lukisan ini menggambarkan kebangkitan revolusi industri di wilayah Ironbridge, Inggris (gambar dari : commons.wikimedia.org) (gambar dari : commons.wikimedia.org)

Ada tiga hal setidaknya yang saya ketahui menjadi pemicu revolusi industri di Inggris. Pertama adalah mulai munculnya kopi dan kedai kopi di Inggris. Kafein, yang ada dalam kopi, dipercaya meningkatkan fungsi otak yang juga tentu berpengaruh terhadap kreatifitas. Sementara munculnya kedai kopi membuat warga Inggris dari berbagai elemen memiliki ruang untuk berkumpul. Hal ini disampaikan oleh Steven Johnson dalam bukunya “Where Good Ideas Come From”.

Kedua adalah kesiapan masyarakat dan kondisi ekonomi. Tamim Anshary dalam bukunya “Dari Puncak Baghdad” mengungkap bahwa mesin untuk memanggang daging agar berputar otomatis sudah ditemukan oleh orang-orang arab jauh sebelum revolusi industri. Namun masyarakat saat itu, menurut Tamim Anshary belum “ngeh” untuk menjadikannya lebih dari sekedar alat panggang. Di China juga sudah ditemukan berbagai jenis alat otomatis, namun karena penduduknya yang begitu banyak membuat Kaisar pada waktu itu lebih memilih memperkerjakan penduduknya dibanding menggunakan berbagai macam alat otomatis.

Kemudian, hal paling menarik menurut saya adalah analisis yang menjelaskan bahwa pemicu revolusi industri adalah geologi. Produk hasil proses geologi yang memicunya adalah batubara. Kekhawatiran akan hilangnya kayu sebagai penghasil energi utama justru terjawab dengan ditemukannya batubara pada sekitar abad ke-17. Inggris adalah negara beruntung dimana batubara dapat dengan mudah ditemukan dan ditambang.

Berawal dari Sebuah Masalah

Ada satu momen ketika proses penambangan batubara ini menjadi masalah besar bagi para penambang. Masalah terjadi karena semakin dalam para penambang ini menggali, mereka menemukan air yang menyulitkan proses penambangan. Tetapi, proses rekayasa untuk mengeluarkan air inilah yang menjadi awal dari revolusi industri di Inggris.

Kondisi ini membuat para penambang berfikir keras. Hasil pemikiran keras ini membuahkan hasil. Para insinyur menemukan suatu mesin uap yang dapat digunakan untuk memompa keluar air dalam lubang galian tadi. Dalam perkembangannya kolaborasi batubara dan mesin uap ini dapat digunakan untuk menghasilkan lebih banyak hal. Inilah yang menjadi cikal bakal mesin uap yang memicu revolusi industri di Inggris.

Mengapa di Inggris bukan China?

China adalah raja dalam produksi batubara dunia. Menurut World Coal Association, China memimpin produksi batubara dengan produksi mencapai 3,561 milyar ton pada tahun 2013. China juga berada dalam jajaran 3 besar dunia dalam jumlah cadangan batubara. Berdasarkan situs ukcoal.com, China, dengan angka 115 milyar ton, berada diurutan ketiga dalam jumlah cadangan batubara.

Sementara saat ini Inggris hanya memiliki cadangan batubara sebesar 3,196 juta ton. Inggris juga tidak termasuk ke dalam 10 besar produsen batubara dunia. Tapi mengapa revolusi industri pada abad ke-17 yang dipicu oleh penemuan batubara tidak dimulai dari peradaban China? Yang cadangan batubaranya begitu besar?

Sekali lagi kondisi geologi berperan sangat besar dalam hal ini. Proses geologi membuat wilayah China dan Inggris memiliki arus sejarah yang berbeda. Ini dijelaskan oleh Iain Stewart dalam film dokumenter “How Earth Made Us edisi Fire” sebuah film yang diproduksi BBC.

Batubara di China terdapat di wilayah yang jauh dari kota-kota utama pada waktu itu. Kota-kota berada di sekitar pesisir pantai sementara wilayah batubara berada jauh ke arah pegunungan. Daerah potensial penghasil batubara ini dan kota-kota besar di pesisir pantai itu dilalui oleh Sungai Kuning. Artinya ada peluang untuk mendistribusikan batubara melalui Sungai Kuning ini. Namun Sungai Kuning bukanlah sungai yang mudah untuk ditaklukkan. Perjalanan melalui Sungai Kuning ini adalah perjuangan yang memakan energi besar dan melelahkan. Terlebih ketika melakukan perjalanan pulang dengan melawan arus Sungai Kuning yang berat. Kondisi ini membuat produksi batubara China pada saat itu tidak berperan banyak. Berbeda dengan Inggris yang batubaranya relatif mudah untuk dijangkau. Sementara di Inggris terjadi revolusi pesat dalam hal industri, di China terjadi perkembangan kebudayaan. Besarnya produksi batubara China terjadi pada era modern ketika China mulai membangun infrastruktur perhubungan secara masif.

Ini merupakan salah satu cerita dimana geologi memainkan peran penting dalam arus sejarah suatu peradaban. Ini juga mengajarkan kita untuk bijaksana dalam memanfaatkan kondisi geologi agar dapat menghasilkan kebermanfaatan dan mengurangi potensi kerugian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here