SHARE

British Airways dengan nomor penerbangan BA 009 atau dikenal sebagai Speedbird 9 dijadwalkan lepas landas dari Bandar Udara Heathrow untuk menuju tujuan akhir Selandia Baru pada 23 Juni di tahun 1982. Dengan pesawat Boeing 747, penerbangan ini melayani rute Heathrow hingga Selandia Baru dengan transit di India, Malaysia, dan Australia.

Selepas transit di Malaysia pesawat ini terbang menuju pemberhentian selanjutnya, Australia.  Di malam tanggal 24 Juni 1982, pesawat ini melintasi langit Jakarta pada pukul 20.34 WIB (13.34 GMT). Radar menunjukkan cuaca normal tanpa ada anomali apapun.

Namun, pada 20.40 WIB, salah satu kru melihat percikan api seperti dari tembakan senapan mesin. Asap pun tampak dan para kru mengira akibat dari kecerobohan penumpang yang merokok. Percikan listrik aneh pun tampak pada dua mesin pesawat. Situasi memburuk pada pukul 20.42 WIB ketika Flight Engineer berteriak, “Engine failure number four!”.

Beberapa detik kemudian, giliran mesin nomor 2 yang mati. Dan pada akhirnya Townley-Freeman, salah satu kru berteriak, “They’ve all gone!”, semua mesin mati. Pada malam pukul 20.44 WIB, pesawat yang dikomandoi oleh Kapten Eric Moody ini melayang di langit Jakarta tanpa satu pun mesin yang menyala. Apa sebenarnya yang terjadi?

Galunggung

Sekitar 182 kilometer jauhnya di tenggara Jakarta, Gunung Galunggung berdiri kokoh dengan kawah terbuka ke arah tenggara. Di tenggara Galunggung ada kota Tasikmalaya. Galunggung dikenal sebagai salah satu gunungapi aktif dengan sejarah letusan yang cukup mematikan. Sebelum 1982, gunungapi ini tercatat pernah meletus pada 1822, 1894, dan 1918. Di dalam kawahnya terdapat kubah lava hasil produksi erupsi tahun 1918.

Pada dini hari di tanggal 5 April, tanpa ada tanda-tanda Galunggung mulai menunjukkan aktivitas setelah diam selama 64 tahun. Pada saat itu, belum ada instalasi seismik yang terpasang untuk memantau aktifitas sang gunungapi. Erupsi awal ini menghasilkan aliran abu dan skoria, jatuhan abu vulkanik, dan juga lahar. Beberapa rumah yang berada di sekitar kawah hancur akibat letusan ini. Serangkaian letusan dengan tipe vulkanian terjadi pada periode April hingga 13 Mei di tahun itu. Namun, letusan ini hanya fase awal sebelum Galunggung menghasilkan letusan yang lebih eksplosif.

Pada 17 Mei, aktivitas Galunggung mulai meningkat dengan menghasilkan letusan yang lebih eksplosif. Pada fase ini, erupsi Galunggung mulai masuk ke fase freatomagmatik, yaitu fase dimana magma mulai berinteraksi dengan reservoir air. Erupsi freatomagmatik ini yang menghasilkan letusan eksplosif Galunggung. Salah satu erupsi utama terjadi pada 3 hingga 5 juni dan 24 hingga 25 Juni. Erupsi 24-25 Juni menghasilkan kolom erupsi hingga 20 km dan bergerak ke arah barat. Kolom erupsi ini memotong rute yang dilalui British airways BA 009 yang dalam perjalanan menuju Perth.

Fase vulkanian dari erupsi Galunggung di tahun 1982 (sumber gambar: Jack Lockwood | USGS | wikimedia commons)

Investigasi pada mesin BA 009 menunjukkan adanya abu vulkanik yang menempel pada keempat mesin pendorongnya. Abu vulkanik ini berasal dari Gunung Galunggung yang erupsi pada malam itu. Sebaran abu vulkanik ini tidak terdeteksi radar pesawat karena radar dirancang untuk mendeteksi uap air, sementara abu vulkanik Galunggung tersebut kering. Abu vulkanik merupakan pecahan gelas sangat kecil hasil dari fragmentasi magma yang keluar dari tubuh gunungapi. Abu vulkanik ini masuk ke dalam mesin pesawat dan meleleh ketika melalui ruang pembakaran. Lelehan ini kemudian akan menempel pada turbin pesawat dan membuatnya macet hingga gagal mengalirkan udara. Inilah yang membuat mesin BA 009 mati.

Betty Tootell, dalam bukunya menyebut peristiwa yang dikenal sebagai Insiden Jakarta ini merupakan salah satu contoh pertama dimana sebuah pesawat melintasi kepulan abu vulkanik. Pada beberapa kasus gunungapi lain, erupsi terjadi pada siang hari sehingga otoritas dapat melihat sebaran abu vulkanik dan dapat memberikan peringatan pada pelaku penerbangan. Sementara pada BA 009 terjadi pada malam hari, sehingga monitoring juga sangat sulit pada saat itu.

Pendaratan Darurat

Pada 20.44 WIB, hanya beberapa detik setelah semua mesin mati, Kapten Moody memerintahkan dilakukannya prosedur darurat ketika semua mesin mati. Kontak pada pusat kontrol Jakarta dilakukan. Walaupun pada awalnya pusat kontrol Jakarta mengira hanya mesin nomor empat yang mati, pada akhirnya pusat kontrol paham situasi darurat yang dihadapi BA 009.

Prosedur pendaratan darurat dilakukan. Pesawat memutar arah untuk mendarat darurat di Bandara Halim. Salah satu mesin pesawat berhasil dinyalakan sehingga pesawat bergerak dengan satu mesin untuk melakukan prosedur pendaratan darurat.

Pada pukul 21.25 WIB, BA 009 berhasil mendarat darurat di bandara Halim. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Sang Pilot mendapat berbagai penghargaan. Betty Tootell, salah seorang penumpang dalam peristiwa tersebut, mengumpulkan semua cerita dari kru maupun penumpang pesawat tersebut dan menuliskannya dalam buku berjudul “All Four Engines Have Failed”.

Pesawat Boeing 747-236B yang dioperasikan British Airways pada Insiden Jakarta (Steve Fitzgerald | wikimedia commons)

Aktivitas Galunggung

Erupsi Galunggung sendiri mulai menurun eksplosivitasnya pada 28 Oktober dan mulai masuk ke fase yang lebih tenang, fase strombolian. Serangkaian erupsi Galunggung berlanjut hingga akhirnya berhenti pada Januari di tahun 1983. Pemerintah Indonesia sempat menutup jalur sekitar Galunggung. Namun setelah dibuka, giliran pesawat Singapore Airline yang tiga mesinnya mati akibat melintasi rute yang sama dengan BA 009 dan berhasil mendarat juga di Halim Perdanakusumah. Setelah peristiwa ini jalur penerbangan sekitar Galunggung ditutup.

Ancaman Gunungapi pada aktivitas penerbangan

Erupsi gunungapi selalu menjadi ancaman bagi pelaku penerbangan. Pada 2010, Eropa menutup seluruh jalur penerbangannya selama sekitar seminggu akibat erupsi Gunungapi Eyjafjallajökull di Islandia yang abu vulkaniknya mengarah ke sebagian besar wilayah utara Eropa. Ini menjadi salah satu penutupan jalur penerbangan paling parah dan menimbulkan kerugian besar bagi aktivitas ekonomi saat itu.

Saat ini, peringatan akan diberikan pada pelaku penerbangan ketika ada erupsi gunungapi. Peringatan ini menggunakan serangkaian kode dan pesan terstruktur yang dikenal sebagai Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA). VONA awalnya diterapkan oleh Alaska Volcano Observatory (AVO) yang kemudian diadopsi oleh beberapa negara termasuk Indonesia. VONA memiliki serangkaian kode dengan warna mulai dari hijau – aman, kuning – tanda-tanda aktivitas, oranye – tanda awal aktivitas atau erupsi minor, dan merah – erupsi utama.

Referensi:

Global Volcanism Program, 2013. Galunggung (263140) in Volcanoes of the World, v. 4.8.0. Venzke, E (ed.). Smithsonian Institution. Downloaded 23 Jun 2019 (https://volcano.si.edu/volcano.cfm?vn=263140). https://doi.org/10.5479/si.GVP.VOTW4-2013

Tootell, Betty (1985). All four engines have failed. London: André Deutsch. ISBN 978-0-23397-758-4.

Gourgaud, A., Thouret, J.-C., & Bourdier, J.-L. (2000). Stratigraphy and textural characteristics of the 1982–83 tephra of Galunggung volcano (Indonesia): implications for volcanic hazards. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 104(1), 169–186. https://doi.org/10.1016/S0377-0273(00)00205-5

Guffanti, M., & Miller, T. P. (2013). A volcanic activity alert-level system for aviation: review of its development and application in Alaska. Natural Hazards, 69(3), 1519–1533. https://doi.org/10.1007/s11069-013-0761-4

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here