SHARE
impresi gambaran ketika dinosaurus merajai bumi (gambar :http://i.telegraph.co.uk/multimedia/archive/01292/dinosaurs2_1292665c.jpg)

Tahun 2015 ada dua film, setidaknya sampai sekarang, yang erat kaitannya dengan geologi. Pertama adalah San Andreas dan yang kedua Jurassic World. Yang pertama mengangkat tema gempa bumi akibat bergeraknya sesar San Andreas di barat Amerika sementara yang terakhir mengangkat dinosaurus jadi bintang layar lebar.

Walaupun keduanya bergenre fiksi ilmiah, dan banyak yang membahas akurasinya, tapi dua film ini sangat menarik untuk menjadi pemantik untuk mengenal lebih dalam geologi dan sekitarnya. Kali ini kita coba sedikit belajar dari Jurassic World.

Apa sebenarnya Jurassic itu?

Jurassic adalah salah satu zaman dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara sekitar 200 sampai sekitar 145 juta tahun lalu. Kata Jurassic berasal dari Pegunungan Jura yang berupa perpanjangan Alpen di timur Perancis. Pada Pegunungan Jura inilah batuan dengan umur ini pertama kali diidentifikasi oleh Alexander von Humboldt pada 1799.

Zaman ini berada, dalam skala waktu geologi, diantara dua zaman lainnya. Sebelumnya kita kenal Zaman Trias dan setelahnya adalah Zaman Kapur (Cretaceous). Ketiga zaman ini berada dalam satu era yang dinamakan Mesozoikum (Mesozoic) yang berlangsung antara sekitar 250 sampai 65 juta tahun yang lalu. Pada sepanjang Era Mesozoikum inilah para dinosaurus meraja di bumi.

Mesozoikum : Awal dan Akhir yang Tragis

Awal dan akhir dari era merajanya dinosaurus ini ditandai dengan suatu peristiwa besar dan boleh dibilang misterius. Peristiwa kepunahan masal menandai awal dan akhir dari periode ini. Bahkan kedua kepunahan masal ini masuk dalam dua dari lima kepunahan masal terbesar yang pernah terjadi.

Kemunculan dinosaurus pada zaman trias ditandai dengan peristiwa kepunahan masal paling besar sekaligus paling sedikit dipahami (Benton & Harper, 1997). Yaitu kepunahan masal Permo-Triassic yang memusnahkan 50% familia dan 80-95% spesies. Peristiwa ini menandai akhir dari Paleozoikum dan awal dari Mesozoikum. Kepunahan terjadi pada kelompok dominan di lautan serta terjadi perubahan dramatis di daratan. Kepunahan masal ini diyakini berkaitan dengan erupsi gunungapi masif di Siberia, pemanasan global, dan juga peritiwa anoxia di laut (penurunan kadar oksigen secara signifikan).

Akhir mesozoikum tak kalah tragis. Peristiwa kepunahan paling terkenal ini menandai akhir Mesozoikum dan awal Kenozoikum. Batas kedua era ini ini dikenal awalnya sebagai K-T Boundary (Cretaceous-Tertiary) sebelum akhirnya menjadi K-Pg Boundary (Cretaceous-Paleogene) saat International Commission on Stratigraphy menghapus penggunaan Tersier dan Kuarter pada Skala Waktu Geologi.

Kepunahan masal Kapur-Paleogen ini menandai akhir dari kejayaan dinosaurus dan awal dari bangkitnya mamalia. Penjelasan yang paling diterima atas kepunahan masal Kapur-Paleogen ini adalah jatuhnya meteor di  Chicxulub, Teluk Meksiko pada 65 juta tahun yang lalu. Walau beberapa ada yang berpendapat kepunahan ini akibat perubahan cuaca jangka panjang.

impresi peristiwa jatuhnya meteor yang diduga memusnahkan dinosaurus pada sekitar 65 juta tahun lau (gambar : http://ichef.bbci.co.uk)

Tidak Sepenuhnya Jurassic, Sejujurnya . .

Walau mencatut istilah Jurassic, tak sepenuhnya para bintang utama Jurassic World, maupun Jurassic Park, hidup di Zaman Jura. Bahkan T-rex yang menjadi ikon utama logo Jurassic Park tidak hidup pada zaman Jura. T-rex sang superstar hidup pada Zaman Kapur.

Para bintang lain seperti Mosasaurus dan Velociraptor juga tidak muncul pada Zaman Jura. Mosasaurus sang raksasa air, yang dalam Jurassic World memukau dengan atraksi lompatannya, hidup pada akhir Kapur. Velociraptor yang lincah ini juga hidup pada akhir Kapur.

Hanya Pterosaurus yang hidupnya dipercaya melewati Zaman Jura. Sang raja udara Mesozoikum ini hidup dalam rentang yang panjang antara akhir Trias hingga akhir Kapur.

Jadi mungkin lebih tepat jika kita menyebutnya Mesozoic World (atau Park) karena dinosaurus meraja sepanjang era ini, tidak hanya di Zaman Jura. Tapi tentu saja nama Mesozoic Park atau Mesozoic World kurang ‘catchy’ jika dibanding dengan Jurassic Park yang berkesan lebih dramatis dan enak untuk didengar sebagai sebuah drama. Juga ini bukan masalah yang terlalu penting sebenarnya.

Yang jelas seri fiksi ilmiah Jurassic Park telah memanjakan imajinasi manusia untuk membayangkan kehidupan yang jauh berbeda dengan bumi kita saat ini. Juga membuat kita menyadari betapa mengagumkan sejarah bumi ini. (gaj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here