Home Kolumnis Ketika Alam Menyapa, Apa yang Bisa Manusia Perbuat?

Ketika Alam Menyapa, Apa yang Bisa Manusia Perbuat?

51
0
SHARE
Sinabung Meletus Seolah Menyapa Manusia
Sinabung Meletus Seolah Menyapa Manusia

Akhir-akhir ini alam menunjukan aktivitas yang tidak biasa seolah hendak menyapa manusia. Kekeringan dan kebakaran hutan dimana-mana, letusan gunungapi membuat porak-poranda daerah sekitar bahkan berdampak kepada wilayah yang jaraknya ribuan kilometer serta kerugian yang besar. Kekeringan yang melanda hampir sebagian besar wilayah Indonesia pun menyebabkan terjadinya banyak kebakaran baik disengaja maupun tidak disengaja.

Belum selesai bencana Sinabung kini Gunung Raung di Jawa Timur yang meraung-raung. Sebagaimana kita tahu Negara Indonesia secara Geologis berada pada jalur ring of fire atau cincin Gunungapi. Sepanjang Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan menerus ke Filipina merupakan rangkaian gunungapi yang apabila diteruskan akan membentuk lingkaran Gunungapi yang menakjubkan nan berbahaya. Sudah 2 tahun Gunungapi Sinabung di Sumatera Utara meletus mengakibatkan kepanikan, kerusakan dimana-mana, dan ribuan warga mengungsi. Korban luka terlampau banyak, korban meninggal dunia pun tidak sedikit, kerugian yang diderita tentu sangatlah banyak entah berapa jumlahnya ditambah dengan efek psikologis warga yang membutuhkan pemulihan dalam waktu yang cukup lama.Sekali lagi tak ada yang bisa mencegah terjadinya bencana letusan Gunungapi Sinabung dan bencana alam lainnya, memprediksi pun begitu sulit.

Sekali lagi tidak ada yang bisa mencegah terjadinya bencana letusan Gunungapi Sinabung, dan bencana alam lainnya, memprediksi pun begitu sulit.

Fakta-fakta tersebut menggambarkan kepada kita bahwa manusia begitu lemah, tidak berdaya, tak bisa berbuat apa-apa atas kuasa Tuhan. Lantas apalagi yang mau kita sombongkan? Harta yang banyak tak bisa mencegah terjadinya kekeringan, kebakaran, dan letusan gunungapi, jabatan yang tinggi pun tak bisa mencegah terjadinya bencama alam tersebut. Oleh karena itu tidak ada yang pantas manusia sombongkan pada Sang Pencipta. Seharusnya ini menjadi tanda bagi manusia, ketika alam menyapa dengan sapaan yang tidak biasa, tidak ada yang bisa kita sombongkan, yang ada seharusnya kita bisa lebih berserah diri kepada Tuhan, menjaga, melestarikan, serta melindungi CiptaanNya yang begitu Indah dan menakjubkan.

Peristiwa ini pun menjadi pengingat bahwa kita harus memiliki kepekaan sosial yang tinggi sehingga kita selalu tergerak untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami bencana. Dengan semangat saling tolong menolong itulah persatuan bangsa dapat terwujud dan menjadi sebuah kekuatan masyarakat yang dapat memperbaiki permasalahan bangsa. Jika kita sadar akan betapa lemahnya diri kita maka kita akan berupaya menguatkan satu sama lain, saling tolong menolong, bahu membahu dalam menyelesaikan permasalahan yang ada, sisanya kita kembalikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Sumber foto : regional.kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here