SHARE

Masao Mimatsu adalah seorang kepala kantor pos di Subetsu, Hokkaido, Jepang. Kakeknya seorang samurai dan ayahnya adalah seorang pegawai di Komisi Pengembangan Hokkaido. Ia bukan ahli geologi ataupun vulkanolog, tapi namanya muncul di buku teks vulkanologi, Volcanism, karya Hans-Ulrich Schmincke. Ia juga memukau ahli vulkanologi dunia dengan presentasinya di Oslo tahun 1948. Apa sebabnya?

Pada penghujung tahun 1944, di sekitar Komplek Gunungapi Usu, Hokkaido, terjadi ratusan kali gempa yg diikuti oleh terbentuknya celah-celah. Aktifitas ini terus berlangsung hingga menghasilkan erupsi freatomagmatik & aliran piroklastik dari celah-celah ini. Dari celah ini kemudian lahirlah gunung api baru yg bertipe kubah lava (lava dome). Gunungapi ini dinamai Showa-Shinzan yang berarti “gunungbaru di periode Showa”. Dalam selang waktu dua tahun, gunungapi ini dapat tumbuh hingga 400 meter.

Di periode itu Jepang dalam kondisi perang. Kepercayaan pada saat itu kemunculan gunungapi baru dianggap sebagai pertanda buruk. Oleh karenanya kejadian ini dirahasiakan oleh pemerintah Jepang. Hanya penduduk sekitar Showa-Shinzan yang mengetahui tentang tumbuhnya gunungapi baru ini. Sebagai penduduk lokal tentu saja  Masao Mimatsu adalah salah satu dari orang mengetahui tumbuhnya gunungapi ini.

Gunung Showa-Shinzan yang masih aktif dan warna kemerahan akibat aktifitasnya yang masih relatif baru dibanding wilayah sekitarnya

Lalu apa sebenarnya apa yang dilakukan oleh Mimatsu? Sederhana. Masao Mimatsu, yang seorang kepala kantor pos itu, mencatat dan mensketsa pertumbuhan Showa-shinzan secara detil. Ia memasang benang pancing di belakang kantornya sebagai semacam grid acuan. Setiap hari Ia mensketsa pertumbuhan gunungapi ini secara detil setiap harinya. Mimatsu melakukan observasi pertumbuhan Showa-shinzan dari Juni 1944 hingga September 1945. Ketekunan ini menghasilkan diagram yg dikenal sebagai Mimatsu Diagram. Pada tahun 1948, di hadapan ahli vulkanologi, Ia mempresentasikan hasil pengamatannya ini di Oslo.

Gunung Showa-Shinzan (warna merah di kanan gambar) dilihat dari puncak Gunung Usu. Tampak Danau Toya di sebelah kiri gambar.

Apa yg dilakukan Mimatsu jadi contoh bagaimana masyarakat dapat berperan dalam  pengembangan ilmu pengetahuan, dalam hal ini kegunungapian. Kabarnya Mimatsu membeli tanah tempat tumbuhnya Showa-shinzan ini dengan uangnya sendiri. Ia jadi pemilik sah sang gunungapi. Mimatsu tutup usia pada tahun 1977. Cerita dan karyanya bisa kita temukan di Masao Mimatsu Memorial Museum, di sekitar Gunung Usu, Hokkaido, Jepang.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here