SHARE
Sandi Stratigrafi Indonesia sumber foto : www.iagi.or.id
Sandi Stratigrafi Indonesia sumber foto : www.iagi.or.id
Sandi Stratigrafi Indonesia sumber foto : www.iagi.or.id

Tahukah Anda, bagaimana cara kita memiliki istilah penggolongan batuan yang sama di seluruh Indonesia? Atau tahukah Anda, mengapa ada beberapa istilah penggolongan batuan yang berbeda walaupun mengacu pada objek yang sama?

Pada hakikatnya, ada hubungan tertentu antara keterjadian asal batuan dan aturan di alam dalam kedudukan ruang dan waktu Geologi. Stratigrafi dalam arti luas adalah ilmu yang membahas aturan, hubungan, dan kejadian (genesa) macam-macam batuan di alam dalam ruang dan waktu, sedangkan dalam arti sempit adalah ilmu pemerian lapisan-lapisan batuan.

Belum adanya aturan dalam pemerian nama dan penggolongan batuan ini menjadi kendala bagi para ahli Geologi dan mengakibatkan adanya perbedan istilah dalam objek yang sama .

Para ahli Geologi di Indonesia berusaha keras menemukan cara agar ada konsepsi aturan pembagian batuan secara bersistem disertai tatanannya sehingga pembahasan stratigrafi di Indonesia menjadi lebih jelas, mudah dimengerti, penerapannya sederhana,  dan memungkinkan tercapainya keseragaman dalam pengertian serta tatanama satuan-satuan stratigrafi di Indonesia. Oleh karena itu akhirnya dibuatlah Sandi Stratigrafi Indonesia.

Sandi stratigrafi indonesia dimaksudkan pula untuk memberikan pengarahan kepada Geologiawan di Indonesia dalam cara penggolongan startigrafi.

Sandi Stratigrafi Indonesia sendiri pertama kali dihasilkan tahun 1973 dilandasi hasil international subcommission on stratigraphic pada tahun 1961 yang dipimpin oleh H. D. Hedberg di Copenhagen dan mengacu pula pada North America Commission on stratigraphic Nomenclatur tahun 1961 serta hasil dari badan yang sejenis dari negara-negara lain.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan zaman serta bertambahnya data-data, berkembangnya pula konsep-konsep baru menyebabkan Stratigrafi Indonesia dirasakan perlu mengalami revisi. Pada akhirnya, Sandi Stratigrafi Indonesia 1973 mengalami revisi pada tahun 1996 dengan penambahan Satuan Stratigrafi Gunungapi, Satuan Sikuenstratigrafi, dan Pembagian Geokronologi. Berdasarkan hasil revisi Sandi Stratigrafi Indonesia tahun 1996 inilah, maka Sandi Stratigrafi Indonesia 1996 terdiri dari VII Bab dan 60 Pasal. (k’ren)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here