Home Wawasan Hazard 4 Catatan tentang Sinabung

4 Catatan tentang Sinabung

74
0
SHARE
640px-Sinabung-Gundaling-20100913
Gunung Sinabung dilihat dari Bukit Gundaling pada tanggal 13 September 2010 (kredit gambar : kenrick95; sumber : commons.wikimedia.org)

Gunung Sinabung telah mengejutkan banyak pihak pada tahun 2010 lalu. Sinabung diperkirakan terakhir kali meletus pada 1200 tahun lalu. Sehingga mendapat predikat sebagai gunungapi tipe-B. Gunungapi tipe-B adalah gunungapi yang tidak memiliki catatan erupsi setelah tahun 1600. Setelah 1200 tahun dalam keadaan relatif tenang, pada agustus 2010 Sinabung mulai meletus dan resmi menjadi gunungapi tipe-A, yang memiliki sejarah erupsi setelah tahun 1600.

Sedikit Catatan Sejarah tentang Sinabung

Sinabung merupakan gunungapi tipe stratovolcano dengan ketinggian mencapai 2460 mdpl. Sinabung memiliki empat kawah pada puncaknya. Sinabung masuk ke dalam wilayah administrasi Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara. Kota terdekat dengan Sinabung adalah Kabanjahe dan Berastagi.

Sedikit literatur dan catatan sejarah yang diketahui mengenai erupsi Sinabung. Tidak ada erupsi Sinabung yang tercatat sejak 1200 tahun lalu namun terdapat aktivitas vulkanik seperti solfatara dan emisi fumarol di sekitar semua kawahnya (Sutawidjaja et al, 2013). Tidak adanya aktivitas vulkanik ini diperkirakan akibat adanya volcanic plug yang menghalangi gas vulkanik untuk keluar (Sutawidjaja et al, 2013). Pada data dasar gunungapi dari Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), disebutkan bahwa pada 1912 terlihat aktifitas solfatara di puncak dan lereng atas.

Sedikitnya catatan sejarah ini membuat warga sekitar tidak memiliki pengalaman menghadapi erupsi gunungapi. Para nenek moyang mereka pun tidak mengalami letusan gunungapi sehingga ini menjadi suatu tantangan tersendiri baik bagi warga terkena dampak maupun instansi pemerintah.

Dua Kolom Letusan di Agustus 2010

Sinabung pertama kali meletus pada 27 Agustus 2010 berupa letusan freatik berarah timur-tenggara. Letusan yang memuntahkan jatuhan debu vulkanik ini menyebabkan kegelapan pada siang hari. Pada 28 Agustusnya, tampak asap putih. Aktivitas Sinabung meningkat pada tanggal 29 Agustus dengan munculnya suara gemuruh.

Yang menarik adalah apa yang terjadi pada tanggal 30 Agustus. Pada 30 Agustus ini sebuah magma naik ke permukaan dan mencoba menghancurkan lava dome yang sebelumnya telah ada. Hal ini mengakibatkan terbentuknya 2 kolom erupsi, melalui kawah III dan kawah IV. Peristiwa ini menghasilkan pemandangan unik berupa dua kolom erupsi yang berbeda.

Semenjak terjadinya erupsi di Bulan Agustus inilah Sinabung resmi menjadi gunungapi tipe-A. Gunungapi tipe-A adalah gunungapi yang memiliki catatan erupsi setelah tahun 1600.

Produk Erupsi 2010

Dalam Peta Geologi Lembar Medan, Produk hasil letusan Sinabung sebelumn 2010 lalu disebut sebagai Pusat Sinabun dengan produk berupa lava andesit sampai dasit. Berdasarkan data dasar gunungapi PVMBG Sinabung disebut memiliki satu khuluk yang terdiri atas 25 satuan batuan erupsi primer dari kawah pusat dan satu endapan batuan gunungapi sekunder. Khuluk, menurut Sandi Stratigrafi Indonesia, adalah kumpulan batuan/endapan yang dihasilkan oleh satu atau lebih titik erupsi yang membentuk satu tubuh gunungapi.

Produk hasil erupsi tahun 2010 dibahas secara khusus oleh Sutawidjaja et al (2013). Secara umum, produk Sinabung terdiri atas lava dan aliran piroklastik. Aliran piroklastik produk erupsi 2010 dapat ditemukan di lereng tenggara dari Sinabung. Karakteristik produk ini adalah memiliki warna abu-abu kemerahan, dengan butir berukuran kasar, bentuknya menyudut, dan berada di dalam matriks dengan komposisi andesitis. Hasil analisis Karbon-14 (14C) pada arang yang ditemukan pada endapan menunjukkan umur 1200. Arang yang ditemukan ini merupakan hasil dari periode erupsi sebelumnya.

Letusan freaktik terjadi dengan lontaran kolom tefra setinggi 1000 meter di atas puncak Sinabung. Namun angin membawa tefra beberapa kilometer ke arah tenggara. Angin ini dapat membawa debu halus hingga 10 kilometer jauhnya dari kawah. Di Kabanjahe, sekitar 12 km dari kawah, debu vulkanik terendapkan setebal 1 mm dan di sekitar kawah bisa mencapai 20 sampai 40 cm.

Erupsi Lima Tahun ke Depan

Ada kaitan erat antara lamanya periode istirahat dengan kekuatan yang dikeluarkan gunungapi. Semakin lama suatu gunungapi istirahat, bisa dibilang semakin banyak energi yang disimpannya. Menurut PVMBG, Sinabung akan terus erupsi hingga lima tahun mendatang. Sehingga disarankan adanya relokasi dengan radius 5 km untuk menghindari dampak dari erupsi Sinabung ini.


 

Referensi :

Sutawidjaja IS, Prambada O, Siregar DA. The August 2010 Phreatic Eruption of Mount Sinabung, North Sumatra. Indonesian Journal on Geoscience; Vol 8, No 1 (2013) [Internet]. 2013 Mar 28; Available from: http://jgi.bgl.esdm.go.id/index.php/IJOG/article/view/155/155

Data dasar Gunungapi : Sinabung http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/gunungapi/data-dasar-gunungapi/231-g-sinabung?start=1

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here