SHARE
Foto koleksi Woodbury & Page via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Foto yang menampilkan warga pribumi (duduk) yang mendampingi para peneliti Belanda yang berkunjung ke kawasan Krakatau pasca erupsi 1883.

Tampak dalam foto tersebut adalah (berdiri, dari kiri ke kanan):

1. Melchior Treub (Direktur Kebun Raya Buitenzorg)

2. G.F. de Bruyn Kops (yang kemudian menjadi Direktur Pekerjaan Sipil)

3. F.F. Busenbender (fotografer untuk firma Woodbury & Page)

4. J.F. de Corte

5. R.D.M. Verbeek (Kepala Riset Geologi di Jawa)

6. R. Fennema

7. F.H. Bauer (Direktur Rumah Sakit Psikiatrik di Buitenzorg)

8. seorang kemungkinan dari Pekerjaan Sipil Umum

9. Seorang fotografer dari Woodbury & Page

Dalam foto terlihat dua jenis produk Krakatau yang berwarna lebih gelap dan yang berwarna lebih putih. Yang berwarna lebih gelap adalah endapan perselingan antara material piroklastik dan lava yang telah membeku yang merupakan tipikal dari penyusun tubuh gunung api. Sementara yang berwarna lebih terang kemungkinan besar adalah endapan hasil erupsi 1883 yang tersusun atas material berbagai ukuran yang terbungkus dalam abu vulkanik yang sangat tebal.

Melihat karakteristiknya, kemungkinan besar foto ini diambil di sisi barat dari Pulau Rakata yang merupak sisa Pulau Krakatau yang masih tersisa.

Pasca erupsi puncak di Agustus 1883, Krakatau menjadi tempat kunjungan riset yang menarik bagi berbagai peneliti. Tidak hanya para geolog, tetapi juga para botanis yang ingin mempelajari bagaimana flora dan fauna yang hancur dan hilang akibat letusan gunung api tumbuh kembali.

Diantara para peneliti yang menjadi peneliti awal tentang ini adalah Treub dan Verbeek. Verbeek menerbitkan jurnal berjudul Krakatau yang menjadi salah satu catatan awal tentang erupsi 1883. Jurnal ini dipercaya yang menjadi salah satu catatan penting dalam vulkanologi.

Treub, di sisi lain, menerbitkan jurnal yang memberikan catatan tentang kehancuran total vegetasi yang terjadi akibat erupsi. Informasi dari dua peneliti ini kemudian memberikan inspirasi bagi para botanis di dunia untuk berkunjung dan mempelajari tentang kondisi botani Krakatau pasca erupsi. Salah satu aspek signifikan yang disediakan Krakatau bagi para ahli biologi adalah tentang bagaimana mekanisme penyebaran tanaman. Hal yang menjadi tema spekulasi Charles Darwin yang berpendapat tentang bagaimana pulau kosong mungkin dapat dihuni kembali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.