SHARE
via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)

Gambar tersebut diambil pada tanggal 21 September 2007, pada pukul 10.30 pagi, oleh seorang peneliti bernama Raul Heinrich. Ia berada di atas perahu yang berlayar di dekat gunung berapi yang sedang diam, menggunakan sebuah perangkat kamera Panasonic DMC-FZ8. Perangkat ini diatur dengan pengaturan ISO100 dan kecepatan rana 1/400 detik, ditambah lensa konverter sudut lebar 0,7 untuk memperluas pandangan. Di dalam gambar tersebut, hanya terlihat gunung Anak Krakatau yang memiliki warna cokelat kehitaman. Gunung ini berdiri tegak di tengah-tengah lautan yang berkilauan biru, tanpa tanda-tanda letusan yang terlihat pada permukaannya.

Tidak hanya itu, gambar ini juga menggambarkan gunung Anak Krakatau yang menjulang tinggi dan tampaknya tumbuh dengan sangat cepat sejak pertama kali terbentuk pada tahun 1927. Kecepatan pertumbuhannya yang mengejutkan ini disebabkan oleh lebih dari 100 kali letusan gunung tersebut, yang mayoritas berupa letusan efusif. Fenomena ini membuat gunung terus-menerus memuntahkan material dari dalam bumi, yang kemudian membentuk ketinggian tambahan pada gunung dengan laju mencapai 7-9 meter per tahun. Dengan demikian, gambar ini menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang gunung Anak Krakatau dalam mengalami perubahan yang mencolok selama beberapa dekade terakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.