SHARE
Foto: Oystein Lund Andersen (2017)

Pasca letusan tanggal 17-18 Februari 2017, Oystein Lund Andersen mengunjungi Anak Krakatau pada tanggal 25-26 Februari 2017. Terlihat aktivitas di Anak Krakatau sedikit menurun. Gumpalan gas yang keluar secara stabil dapat diamati selama kunjungan 3 hari, namun tidak ada letusan yang teramati. Pancaran lava juga tidak terlihat di kawah seperti yang terjadi pada saat erupsi.

Pengamatan lainnya dari Andersen, terdapat fumarol yang mengeluarkan gas berwarna biru, tepat di bawah tepi sisi selatan puncak. Andersen telah memperhatikan fumarol ini sejak tahun 2013, dan selalu mengeluarkan gas biru yang khas.

Foto: Oystein Lund Andersen (Maret, 2017)

Pada foto terlihat bahwa gas ini memiliki warna yang berbeda dibandingkan dengan ventilasi lain di puncak, yang mengeluarkan gas yang tampak lebih putih netral. Warna biru muda pada gas tersebut diduga disebabkan oleh tingginya rasio asam sulfat.

Letak fumarol ini kemungkinan sebenarnya berada di atas lokasi Kawah Selatan tahun 2007-2008 yang kemungkinan merupakan lokasi (lubang) letusan yang terjadi pada bulan Maret 2013 dan Oktober 2013.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.