SHARE

Dalam kurun waktu 2.1 juta tahun terakhir, tiga supererupsi besar gunung berapi telah terjadi di Yellowstone. Supererupsi terbesar yang terjadi 2.1 juta tahun lalu, menimbulkan endapan abu vulkanik di sebagian besar wilayah Amerika Utara dan mengakibatkan suhu global turun selama bertahun-tahun. Supererupsi terakhir terjadi 640.000 tahun lalu dan menimbulkan kerusakan dan mengendapkan abu vulkanik hingga jarak ratusan mil.

via: Wikimedia Commons (Public Domain Dedication)

Terdapat perbandingan supererupsi besar (VEI 7 dan 8) yang terjadi di Yellowstone dengan erupsi gunung berapi pada abad ke-19 dan ke-20 berdasarkan terbitan USGS tahun 2005. Dari kiri ke kanan: Yellowstone (2.1 juta tahun lalu), Yellowstone (1.3 juta tahun lalu), Long Valley (0.76 juta tahun lalu), Yellowstone (0.64 juta tahun lalu), lalu dilanjutkan letusan abad ke-19; Tambora (1815), Krakatau (1883), serta letusan abad ke-20; Novarupta (1912), St. Helens (1980), Pinatubo (1991).

Terlihat bahwa erupsi Tambora (1815)–erupsi terbesar dalam dua abad terakhir–lima kali lebih kecil dibandingkan supererupsi terkecil yang terjadi di Yellowstone pada 1.3 juta tahun lalu. Serta terlihat juga bahwa erupsi Krakatau (1883) lima kali lebih kecil dibandingkan erupsi dari Tambora (1815).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.