SHARE
via Wikimedia Common (CC BY 2.0)

Foto diatas merupakan batu pumice yang biasa kita kenal sebagai batuapung. Batu tersebut diduga berasal dari hasil erupsi yang sangat eksplosif yaitu erupsi tipe plinian Gunung Krakatau pada tahun 1883. Batu-batu pumice ini ditemukan di Pantai Takwa, tepi tenggara Pulau Manda, Kepulauan Lamu, pesisir Kenya, timur Afrika dan diabadikan oleh James St. John pada tahun 2014. Diduga batu yang ditemukan ini telah mengapung selama kurang lebih setahun di Cekungan Samudera Hindia sebelum akhirnya mendarat di pantai timur Afrika.

Pumice memiliki tekstur yang berongga (vesikular) sehingga membuat batu tersebut dapat mengapung dalam kurun waktu yang lama. Tekstur vesikular tersebut dapat terbentuk karena adanya gelembung/gas yang terperangkap di dalam magma saat magma tersebut mengalami pendinginan sehingga gelembung tersebut akan membuat rongga. Sebagaimana yang kita tahu bahwa pendinginan yang terjadi pada batu pumice memakan waktu yang sangat cepat, magma felsic yang terisi gas dan volatile content yang jenuh meletus keluar kawah dengan kecepatan yang tinggi sehingga batu pumice tersebut sudah membeku di udara dan tertransportasi oleh udara dan air.

via Wikimedia Common (CC BY 2.0)

Selain berongga, ciri khusus yang ada pada pumice adalah jumlah fragmen gelasnya yang banyak dan hal itu juga diakibatkan oleh pendinginan yang sangat cepat tersebut karena tidak sempat mengkristal. Batu pumice yang ditemukan di pantai timur Afrika tersebut diduga berkomposisi rhyodacite sehingga dinamakan Rhyodacite Pumice. Sebagaimana yang kita tahu bahwa rhyodacite ini memiliki komposisi diantara rhyolite dan dacite yang mana hal itu membuktikan bahwa mineral yang terkandung terdiri dari kuarsa sekitar 20% hingga 60%, komposisi plagioklas yang lebih banyak dari Alkali feldspar dan mineral mafic (piroksen dan amfibol). Persentase tersebut didapat ketika persentase mineral mafic sudah kita sisihkan karena yang di plot dan di normalisasi di diagram QAPF hanyalah Quarsa, Alkali feldspar, dan Plagioklas pada batu yang ditemukan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.